Secara sepintas, menggendong merupakan kegiatan yang mudah dilakukan. Setiap orang tentu memiliki cara dan posisi masing-masing yang nyaman bagi mereka. 

Beberapa orang menggendong dengan menempatkan anak di depan dada dan posisi anak membelakangi ibu. Ada pula yang menggendong dengan memeluk, menyamping dan menggendong di punggung layaknya membawa tas ransel.

Sejatinya, kegiatan menggendong anak tidak sesederhana yang biasa dilakukan oleh orang pada umumnya. Posisi menggendong yang tepat harus menempatkan lutut anak lebih tinggi dari bokongnya.

Pada bayi baru lahir atau new born, posisi menggendong yang baik adalah posisi natural, yakni lutut ke atas dan tulang punggung membentuk J shape serta tidak mengangkang. Saat anak sudah sedikit besar, anak dapat digendong dengan posisi M shape, yaitu membentuk dasar atau alas bokong lebih lebar sampai ke paha. Sehingga lutut anak akan terdorong ke atas membentuk huruf M.

Budaya menggendong anak bukan suatu hal yang baru dilakukan manusia. Menggendong bahkan sudah dilakukan sejak berabad-abad yang lalu.

Dahulu, para orang tua harus senantiasa membawa bayi mereka kemanapun mereka pergi demi melindungi bayi dari segala mara bahaya. Seiring berkembangnya zaman, alat penggendong sederhana ditemukan untuk mempermudah orangtua dalam menggendong anak.

Bahan dan jenis gendongan tentu berbeda dari zaman ke zaman dan dari satu masa ke masa yang lain. Hingga ditemukan alat gendongan yang lebih praktis dan ergonomis untuk menggendong bayi.

Mitos dan Fakta Tentang Menggendong Bayi

Seperti yang dijelaskan, menggendong bayi sudah menjadi kebiasaan turun temurun dari nenek moyang di berbagai bangsa. Namun ternyata masih banyak yang belum memahami bagaimana cara menggendong yang aman dan nyaman untuk anak.

Tidak sedikit orangtua yang lebih percaya mitos daripada hasil penelitian ilmiah para ahli. Seperti yang sering ditemui adalah mitos tentang menggendong bayi dalam posisi M shape.

Salah satu mitos yang masih lekat di masyarakat adalah saat menggendong bayi, kaki bayi harus diluruskan dan tidak boleh dibiarkan mengangkang. Menurut para orangtua dahulu, menggendong dengan posisi tersebut dapat menyebabkan anak jalannya mengangkang atau kaki akan berbentuk O atau X.

Selain itu, banyak pula yang mempercayai bahwa menggendong dengan posisi M shape dapat menyebabkan bayi lebih cepat mendongakkan atau mengangkat kepala

Menjawab mitos tersebut, dr. Bagus Pramantha, Sp.OT dalam Live Bersama Pakar Bayiku ID mengungkapkan beberapa fakta mengenai hubungan langsung cara menggendong dengan pertumbuhan tulang pada bayi dan anak, khususnya dalam menggendong posisi M shape

1.    Sejak tumbuh dalam kandungan Ibu, bentuk tulang belakang bayi sudah melengkung dan masih tetap melengkung saat ia dilahirkan. Setelah dilahirkan, bentuk tulang belakang bayi membentuk huruf C atau C shape. Dalam usia tersebut, bayi disarankan untuk digendong dengan model M shape. 

Hal tersebut dikarenakan posisi M shape baik untuk panggul bayi. Dimana bentuk M saat menggendong sama seperti posisi bayi di dalam kandungan. Posisi bayi meringkuk dengan kaki menyilang dan lutut lebih tinggi daripada panggul.

Sehingga menggendong bayi dengan bentuk M ini baik untuk melindungi posisi panggul bayi dan dapat mengurangi risiko hip dysplasia.

2.    Kaki berbentuk O atau X dipengaruhi oleh perkembangan sendi panggul, lutut atau ankle. Dalam kondisi normal, bentuk kaki anak hingga usia 2-3 tahun sedikit berbentuk O karena belum sempurnanya tulang.

3.    Tidak terdapat korelasi langsung bahwa M shape dapat mempercepat proses bayi mampu mengangkat kepala. Hal tersebut dikarenakan pertumbuhan dan perkembangan pada bayi memiliki masanya masing-masing. Seperti pada rentang usia berapa bulan bayi mulai tengkurap, mengangkat kepala, duduk, berdiri, berjalan hingga berlari.

4.    Posisi menggendong M shape tidak memberikan efek buruk bagi tulang punggung bayi. Karena dalam posisi tersebut tidak menekan tulang ekor dan tulang duduk.

Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa menggendong dengan posisi M shape tidak memberikan dampak atau hubungan secara langsung pada pertumbuhan tulang bayi. Menggendong dengan posisi M shape juga dinilai paling aman karena membuat panggul bayi tetap berada dalam rongganya.

Perlu diperhatikan oleh orangtua adalah harus memilih gendongan yang sesuai dengan umur dan berat bayi. Hal tersebut akan mempengaruhi kenyamanan dan keamanan bayi saat digendong. Selain itu, memperhatikan posisi dan cara menggendong bayi sesuai usia juga harus diperhatikan.